MATERI DAY 2

MATERI 1 :

AINUN AJIB

AHLI IT INDONESI

TEMA : PERGURUAN TINGGI DI ERA DIGITAL DAN REVOLUSI INDONESIA



Era kecerdasan buatan (AI) saat ini menjadi seperti revolusi industri baru yang dampaknya sangat besar, bahkan diibaratkan seperti penemuan listrik yang mengubah peradaban. Banyak pekerjaan yang bersifat rutin, hafalan, dan tanpa kreativitas akan otomatis tergantikan oleh AI, namun ada dua hal penting yang tidak dapat digantikan, yaitu kreativitas manusia dalam menciptakan sesuatu yang baru dan nilai kemanusiaan berupa empati atau compassion. Dalam menghadapi era ini, keterampilan yang dibutuhkan mencakup problem solving, berpikir kritis, kreativitas, empati, serta kemampuan berkolaborasi dengan AI, di mana posisi paling aman dan berharga adalah yang menggabungkan kreativitas dan empati, misalnya dalam bidang kepemimpinan. Oleh karena itu, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu menjadi pemimpin arus teknologi dengan berpegang pada nilai rahmatan lil ‘alamin dan kemaslahatan ala Nahdlatul Ulama, agar perkembangan teknologi benar-benar membawa manfaat dan tidak digunakan untuk penindasan, sehingga manusia tetap memiliki peran penting dalam mengawal masa depan.




MATERI II :
Dr. NURUL GHUFRON, S. H,. M. H. 
WAKIL KETUA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) PERIODE 2019-2024
TEMA : GENERASI MUDA BERINTEGRITAS ANTI KORUPSI


Indonesia sedang menghadapi darurat korupsi yang merusak pembangunan, layanan publik, hukum, demokrasi, dan masa depan bangsa. Korupsi tidak hanya dilakukan oleh orang miskin, tapi juga banyak dilakukan oleh orang kaya dan berpendidikan tinggi, sehingga bangsa ini bukan kekurangan orang pintar, melainkan kekurangan orang yang berintegritas. Jenis korupsi beragam, mulai dari suap, gratifikasi, konflik kepentingan, hingga money politic, yang terjadi di berbagai sektor tanpa memandang daerah maupun agama. Untuk mencegahnya, mahasiswa sebagai generasi penerus harus membangun integritas sejak dini dengan nilai disiplin, jujur, sederhana, peduli, tanggung jawab, kerja keras, adil, dan berani. Pendidikan di UNUSA diharapkan tidak hanya mencetak lulusan cerdas dan terampil, tetapi juga berkarakter dan berintegritas, sehingga kelak menjadi pemimpin yang mampu menjaga amanah dan mewujudkan masa depan bangsa yang bersih serta bermartabat.




MATERI III : KH MA'RUF KHOZIN
KETUA ASWAJA CENTER, PWNU JAWA TIMUR
TEMA : MAHASISWA UNUSA SEBAGAI GENERASI ASWAJA AN-NAHDLIYAH


Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan generasi penerus dan pewaris tradisi keilmuan serta keagamaan Aswaja An-Nahdliyah, karena kampus ini didirikan dan berafiliasi langsung dengan NU. Aswaja An-Nahdliyah adalah paham Islam moderat yang berpegang pada Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas, serta menekankan nilai keseimbangan, toleransi, dan kemaslahatan. Mahasiswa UNUSA berperan sebagai penjaga tradisi keilmuan NU melalui kajian kitab klasik yang dikontekstualkan dengan kondisi modern, menjadi agen moderasi beragama yang menolak radikalisme dan menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin, sekaligus pejuang kemaslahatan sosial dengan terlibat dalam pemberdayaan masyarakat, advokasi isu kemanusiaan, dan kegiatan sosial keagamaan. Selain itu, mereka juga dituntut menjadi inovator tradisi dengan mengembangkan teknologi, budaya, serta narasi keislaman yang sesuai zaman tanpa meninggalkan akar Aswaja. Peran ini didukung melalui kurikulum wajib Aswaja dan Ke-NU-an, kegiatan kemahasiswaan seperti PMII, IPNU/IPPNU, majelis taklim, festival budaya, hingga kolaborasi langsung dengan NU. Meski menghadapi tantangan globalisasi, radikalisme, disrupsi digital, dan isu relevansi pemuda, mahasiswa UNUSA tetap diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari, bersikap moderat dan toleran, serta mengembangkan tradisi intelektual NU untuk menjawab tantangan zaman. Dengan begitu, mahasiswa UNUSA menjadi jembatan antara warisan ulama Nusantara dan masa depan bangsa yang berkeadilan, beradab, dan berkepribadian Islam, sesuai dengan pesan KH. Hasyim Asy’ari bahwa NU bertugas melestarikan yang baik sekaligus mengembangkan ajaran Aswaja agar tetap relevan.



MATERI IV : MUSLIKHA NOURMA RHOMADHONI, S. KM., M. KES. 
KAPRODI D4 K3
TEMA : PENGENALAN KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA, DAN LINGKUNGAN (K3L) DI PERGURUAN TINGGI


Materi ini menekankan pentingnya penerapan K3L bagi mahasiswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tujuan K3L adalah mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, serta melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan. Mahasiswa diingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari selalu ada potensi bahaya—fisik, kimia, biologi, mekanik, maupun psikososial—yang harus dikenali, dicegah, dan dikendalikan. Prinsip utama K3L adalah pencegahan lebih baik daripada penanggulangan, dengan cara menaati SOP, mengikuti safety induction, menjaga kebersihan lingkungan kos maupun kampus, serta menerapkan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Selain itu, mahasiswa diharapkan selalu waspada terhadap bahaya di rumah, kos, laboratorium, perjalanan, maupun aktivitas kampus. Faktor kecelakaan biasanya berasal dari manusia, kendaraan, maupun lingkungan, sehingga penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, serta keselamatan dalam berkendara dan beraktivitas. Di kampus, mahasiswa wajib mematuhi aturan K3L seperti menggunakan APD di laboratorium, mengenali jalur evakuasi, memahami penggunaan APAR, dan mematuhi kebijakan kampus sehat (dilarang merokok, narkoba, minuman keras, dan kekerasan).
Tujuan akhirnya adalah mencetak mahasiswa yang produktif, sehat, berdisiplin, berprestasi, serta berkarakter, agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan prestasi optimal sekaligus menjaga keselamatan diri, orang lain, dan lingkungan.



blog teman saya : Alya Reva Natasya 


Comments

Popular posts from this blog

FKIP Unusa Bangun Jejaring Akademik di Dua Negeri Malaysia

MATERI DAY 1